Mata Ketiga #4

download-2
http://veeutiful.deviantart.com/art/Ghost-Family-527372174

Kurang lebih sudah 1 bulan aku menempati tempat baru yang minggu lalu aku ceritakan minggu lalu pada kalian. Bila kalian belum sempat membacanya, kalian bisa baca terlebih dahulu di Mata Ketiga #3. Hingga tulisan ini aku buat, baru minggu lalu kami (aku dan teman-teman penghuni lainnya) sempatkan untuk mengadakan kegiatan syukuran hunian baru.

Acara dimulai kurang lebih pukul 6.20, tepat setelah solat maghrib. Kami bercerita dan menertawakan segala hal tentang apapun yang dibicarakan. Riuh, ramai, hingga acara dibuka oleh salah seorang dari kami. Dimulai dari sambutan ringan, dan harapan untuk keadaan kami ke depannya di hunian baru ini.

Kemudian, tibalah saatnya berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Dengan tujuan, kami bersyukur atas hunian baru ini serta keselamatan kami selama di sini. Suasana mulai tenang dan sedikit sunyi. Saat berdoa dimulai, satu per satu dari “mereka” datang. Dimulai dari “mereka” yang menghuni di lantai 2 hunian kami, hingga “mereka” yang menghuni di bawah tangga menuju lantai 2.

Seorang perempuan datang sebentar saat doa mulai kami panjatkan. Berdiri di balkon dekat jendela, kamudian terbang. Entah siapa dan darimana perempuan tersebut. Laki-laki tua yang pernah aku ceritakan di Mata Ketiga #3 muncul di lantai 2. Awalnya ia hanya mengintip. Namun entah kenapa, aku tidak melihat tanda perdamaian dari matanya. Mata yang menatapku masih terlihat tajam dengan amarahnya. Tidak berani turun ke bawah, ia hanya mengamati kami dari lantai 2.

Suasana sudah kembali mencair dan riuh. Karena kami terlalu heboh dengan apa yang telah disajikan di depan kami saat itu. Namun, ada yang mencuri perhatianku saat itu. “Mereka” yang berada di lantai 2, tidak mau turun ke lantai bawah, di mana acara syukuran hunian baru digelar. Kuberanikan diriku menaiki tangga menuju lantai 2. Ya, walaupun tidak kupungkiri jantungku cukup berdegup untuk berkenalan dengan mereka.

Lantai 2 hunian kami terdiri dari 3 ruangan. Ruangan pertama, pintunya langsung berhadapan dengan tangga. Hemm, tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan di sana. “Ia” dapat dikendalikan, sepertinya. Ruangan kedua, persis berada di sebelah ruangan pertama. Ada yang menghuni kolong meja di mana letak printer di letakkan. Dan “seorang” lagi berdiri tepat di pintu kamar mandi yang terletak di pojok belakang ruangan. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari “mereka”. Hanya terkadang mereka cukup jahil saja. Saat masuk ke ruangan tersebut, “mereka” lari dan menghilang. Mungkin “mereka” belum siap berkenalan denganku saat itu. Ruangan yang terakhir, ruangan ketiga. Hemmm….cukup menarik sepertinya. Tapi tunggu dulu, khusus untuk ruangan ini, akan kuceritakan di lain waktu yaaaa :p

Malam ini, kami berharap jika hunian baru kami ini bisa bersahabat dengan kami hingga ke depannya..

Advertisements

2 thoughts on “Mata Ketiga #4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s