Mata Ketiga #3

Datang dan menetap di hunian baru bukan perkara yang mudah bagiku kini. Bukan masalah membereskan segala barang untuk kesekian kalinya lagi. Tapi lebih dari itu. Ada hal yang tidak bisa kubagi dengan mudah.

 

Hari ini, pukul 02. siang, tepat di dalam sebuah lift salah satu apartemen di kawasan Jakarta Pusat, aku mulai menerka siapa saja yang akan kutemukan nanti. Siapa yang dapat berkawan denganku. Dan siapa yang akan menjadi ketakutanku.

TRIIIINGGG!!” pintu lift terbuka di lantai 11. Aku berjalan keluar menuju salah satu ruangan yang nantinya akan kutempati. “Nah, ini dia,” gumamku setelah menemukan kamar dengan nomor 6011 di pintunya. Pintu terbuka sendiri dari dalam. Salah seorang temanku keluar dan berkata, “Di dalam ‘panas’ banget”. Spontan, kulangkahkan kakiku beberapa langkah ke belakang. Detak jantungku berdegup kencang. Kutarik nafasku dalam-dalam.

“Bismillah..” ujarku dalam hati. Kulangkahkan kakiku perlahan dan kutengokkan kepalaku sedikit dan ………

“Astagfirullahaladzim!” jeritku. Sesosok laki-laki tua berdiri tepat di dekat tangga menuju ke lantai 2. Dia tidak terlalu tinggi, tetapi badannya hitam legam. Dan matanya tepat menoleh ke arahku. Matanya terbuka lebar. Tajam. Dan merah. Seakan ia marah karena ada orang yang mengusik hidupnya.

Aku memutuskan untuk tidak jadi masuk ke kamar 6011 untuk beberapa saat. Kakiku bergetar, nafasku tersengal. “Sial, ini masih jam 2 siang. Kenapa mereka udah muncul aja sih?” kesalku. Temanku yang melihat tingkahku hanya tersenyum seakan ia tahu responku saat melihat ‘sesuatu’ yang lain.

“Nanti dulu ya, masuknya. Mesti siapin mental dulu nih, gue.” ujarku pada temanku. “Kan gue udah bilang tadi, di dalam panas banget. Dan gue udah feeling kalau lo bakal liat sesuatu,” balasnya. Aku mulai mengatur nafas perlahan lagi. “Yuk masuk.” ujarku.

Saat mau melangkahkan kakiku ke dalam, ternyata beliau sudah ada di samping pintu. Tepat berdiri di serong kananku. Tidak lebih tinggi dari aku memang. Kedua tangannya diletakkan di belakang. Dan ia tepat menatapku yang sedang menunduk. Kepalanya agak sedikit miring. Pandangannya begitu tajam. Merah. Merah. Membara. Seakan ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan padaku. Udara sekitarnya terasa begitu panas. Padahal air conditioner sudah dinyalakan. Kemarahannya begitu terasa….

(((Notes : Mata Ketiga akan posting setiap malam Jumat/hari Jumat ya..)))

 

Advertisements

2 thoughts on “Mata Ketiga #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s