Mata Ketiga #2

Aku kembali. Dari perjalanan yang tak henti-henti. Mencari sejarah yang bisa kuselami. Berkenalan dengan “teman” baru lagi.

Berjalan di lorong sepi. Berhadiah sunyi. Perlahan menapaki bekas jejak-jejak masa silam. Selayaknya berjalan menuju kegelapan dan kelam. Memasuki gerbang demi gerbang. Sejarah masa lampau menyeruak, memasuki ingatan, dan tak mau hilang.

Jerit tangis anak-anak dan perempuan jelas terdengar di telinga. Suara peluru saling berlomba. Wangi anyir darah menusuk-nusuk hidungku. Semua memerah dan suasana makin tegang dan mulai membeku. Pandanganku berlarian tak menentu. Semua orang yang menjerit dan menangis tadi kini menatapku. Mereka kaku. Mereka membeku.

Salah satu dari mereka perlahan berjalan mendekat. Selangkah demi selangkah makin dekat makin lekat. Perempuan separuh baya. Wajahnya pucat pasi tak berdaya. Di perutnya ada bekas luka tembak terbuka begitu saja. Merintih menahan luka. Darah mengucur cukup deras. Bau anyir dan busuk menyeruak tak lekas-lekas.

“To…long… Ahhg… Perut…ku… Sakit…” rintihnya.

Kini aku yang membujur kaku. Tak berdaya membeku. Kini ia berdiri tepat di depanku. Hanya berjarak sepuluh senti dari mataku. Kupaksakan mata memejam. “Jangan. Jangan. Jangan mendekat. Kumohon. Jangan,” kataku dalam hati. Sekuat tenaga kukerahkan. Tak ingin kalah, rasa takut kulawan.

Apa daya. Tubuhku kini terbujur lemas tanpa tenaga. Kaki mulai bergetar menopang tubuh. Keringat dingin bercucuran, aku mengaduh. Mataku tak bisa memejam. Aku hanya bisa mengeram.

Matanya sangat tajam saat menatapku. Aku merasakan darahnya menetes di atas kaki dan mengucur mengaliri bulu kudukku. Tangan kanannya yang dingin dan beku sekarang menggenggam kuat tangan kiriku. Sekejap aliran darah berhenti dan berseru.

—–

Aku terbangun seketika. Hanya setengah tersadar mata kubuka. Kulihat jam menunjukkan pukul tiga. Suasana di luar jendela masih gelap gulita. Perempuan, yang mengaku bernama Dinda itu, kini terbaring di samping muka. Memandangku (lagi) lama.

Sekian.

Advertisements

One thought on “Mata Ketiga #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s